Dieng Culture Festival Istimewa! Ruwatan Anak Berambut Gimbal di Dieng

IMG_0746

Masyarakat Dieng memiliki keunikan. Sebagian anak-anak entah kenapa memiliki rambut gimbal. Rambut itu harus dipotong dalam sebuah upacara yang menarik untuk disaksikan wisatawan yang datang ke Dieng Culture Festival.
anakrambutgimbal_1
Mempunyai rambut gimbal bagi anak-anak di Dataran Tinggi Dieng merupakan suatu yang istimewa. Oleh karena itu, rambut anak-anak istimewa tersebut harus dipotong melalui sebuah prosesi upacara ruwatan potong rambut gimbal.

Upacara ruwatan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Dieng culture Festival (DCF) V. Acara digelar di Komplek Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (30/8/2014).

Upacara diawali dengan kirab dari rumah pemangku adat desa Dieng. Tujuh anak berambut gimbal kemudian diarak menuju kompleks candi Arjuna dengan menggunakan delman dan pakaian serta ikat kepala putih.

Ketujuh anak tersebut adalah Isma Nur Khasanah (7) dari Banjarnegara, Fera Tabah Utami (11) dari Banjarnegara, Sekar Anggun Marita (4) dari Wonosobo, Nurul Isnaeni (3) dari Wonosobo, Alifia Kesya Prasetyo dari Wonosobo, Fidatul Khikmah (11) dari Banjarnegara, Natasya Wulan Safitri dari Wonosobo.

Namun ada yang unik dalam prosesi pemotongan rambut gimbal anak-anak di Dieng ini. Pemotongan ranbut gimbal bisa dilakukan setelah sang anak berambut gimbal meminta sendiri dan meminta diberikan sesuatu oleh orang tuanya seperti permintaan anak-anak istimewa ini.

Alifia Kesya Prasetyo meminta coklat susu satu keranjang, Fidatul Khikmah meminta ponsel yang ada kameranya, Isma Nur Khasanah meminta apel merah 1 buah dan sepeda warna pink, Fera Tabah Utami memintaan sehat sentosa dan jadi anak solehah, Sekar Anggun Marita meminta 1 ekor kambing, Nurul Isnaeni meminta sepeda dan es lilin milik tetangga. Natasya wulan safitri meminta sepeda warna merah.

Setibanya di komplek Candi Arjuna, kemudian ketujuh anak tersebut dipotong secara bergantian oleh pejabat pemerintah Banjarnegara. Setelah selesai kemudian rambut anak-anak gimbal itu langsung dilarung di Telaga Balekambang.

Bisanya setelah anak rambut gimbal dipotong memalui prosesi ruwatan, mereka tidak akan sakit-sakitan dan rambutnya akan kembali normal seperti anak-anak lainnya. Bebeda jika si anak dicukur dengan tidak melalui prosesi ruwatan, biasanya anak tersebut gampang sakit.

Sementara menurut, Istiqomah, ibu dari Isma Nur Khasanah mengatakan jika anaknya sudah mengalami rambut gimbal sejak berumur dua tahun. Dirinya mengaku tidak kaget karena dirinya dahulu juga mengalami hal yang sama.

“Saya nggak kaget anak saya berambut gimbal, karena dulu saya juga begitu,” ujarnya.

Dia menjelaskan, jika sebelumnya anaknya sendiri yang meminta dicukur di kawasan candi Arjuna dan meminta satu buah apel berwarna merah serta sepeda. “Dulu sempat anak saya minta tapi saya belum mantap, jadi baru terlaksana sekarang,” jelasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s